Kamis, 08 Oktober 2020

Equity World Futures Jakarta Cyber2

Equity World Futures Jakarta Cyber2


Badan Kesehatan AS Perbarui Pedoman Mengenai Penularan Covid-19

Posted: 07 Oct 2020 12:25 AM PDT

 

Equityworld Futures - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) kini mengakui bahwa Covid-19 dapat menyebar melalui partikel-partikel kecil di udara dalam jarak yang jauh dan selama berjam-jam pada suatu waktu.

CDC telah lama menegaskan bahwa virus corona ditularkan terutama antara orang-orang yang berdiri dalam jarak dua meter satu sama lain, melalui percikan yang keluar karena berbicara, bernapas, batuk atau bersin.

Tetapi CDC memperbarui pedomannya di situs webnya hari Senin yang mengutip bukti dari riset terdahulu bahwa virus itu dapat bertahan di udara melalui percikan kecil yang dikenal sebagai aerosol dalam œsituasi terbatas dan tidak biasa di mana seseorang dengan Covid-19 menularkan orang lain dalam jarak lebih dari dua meter atau tidak lama setelah orang yang terjangkit meninggalkan tempat tersebut.

Pedoman yang diperbarui menyatakan penularan dalam kasus seperti itu œterjadi di ruang tertutup dan berventilasi buruk yang kerap melibatkan kegiatan-kegiatan yang menyebabkan bernapas lebih berat, seperti bernyanyi atau berolahraga, yang mungkin menyebabkan œpenumpukan partikel-partikel pembawa virus.

CDC mengunggah pedoman serupa bulan lalu yang menyatakan virus dapat menyebar melalui aerosol dalam jarak yang jauh. Tetapi CDC mendadak menghapus pedoman itu beberapa hari kemudian, seraya menyatakan keliru mengunggahnya sebelum melewati peninjauan teknis yang tepat.

Metode bagaimana Covid-19 ditularkan telah menjadi perdebatan sengit di kalangan pakar kesehatan selama berbulan-bulan. Pada Juli lalu, lebih dari 200 ilmuwan dari 30 negara menerbitkan surat terbuka kepada Organisasi Kesehatan Dunia yang mendesak badan dunia ini agar mempertimbangkan bukti bahwa virus itu dapat menyebar melalui udara.

Penelitian lain yang diterbitkan hari Senin (6/10) mengungkapkan bahwa hampir sepertiga pasien Covid-19 yang diopname mengalami sejumlah jenis gangguan neurologis, termasuk kebingungan, sakit kepala, pusing atau nyeri otot. Para peneliti mengamati lebih dari 500 pasien virus corona yang diopname di sistem rumah sakit di Chicago antara Maret dan April, hari-hari awal perebakan wabah di AS.

Para peneliti mendapati hanya 32 persen pasien dengan gangguan neurologis yang mampu menjalankan aktivitas rutin harian setelah keluar dari rumah sakit, seperti memasak atau menangani isu-isu finansial, sementara 89 persen pasien lainnya tidak mengalami masalah seperti itu.

Para peneliti menyatakan gejala neurologis yang paling parah adalah ensefalopati, yang ditandai oleh œperubahan fungsi mental mulai dari kebingungan ringan hingga koma."

Sementara itu, beberapa media berita AS menyatakan Gedung Putih telah menolak proposal Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk menerapkan seperangkat pedoman baru yang ketat untuk pemberian izin darurat vaksin baru Covid-19. Peraturan baru yang akan mengharuskan produsen obat untuk mengamati partisipan dalam uji klinis tahap akhir selama sedikitnya dua bulan setelah menerima dosis kedua sekaligus terakhir vaksin eksperimental, akan membuat vaksin yang mungkin dihasilkan jauh melewati pemilihan presiden 3 November, bertentangan dengan prediksi yang dikemukakan Presiden Donald Trump.



Sumber : VOA, Ewfpro

Rabu, 07 Oktober 2020

Badan Kesehatan AS Perbarui Pedoman Mengenai Penularan Covid-19


Equityworld Futures - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) kini mengakui bahwa Covid-19 dapat menyebar melalui partikel-partikel kecil di udara dalam jarak yang jauh dan selama berjam-jam pada suatu waktu.

CDC telah lama menegaskan bahwa virus corona ditularkan terutama antara orang-orang yang berdiri dalam jarak dua meter satu sama lain, melalui percikan yang keluar karena berbicara, bernapas, batuk atau bersin.

Tetapi CDC memperbarui pedomannya di situs webnya hari Senin yang mengutip bukti dari riset terdahulu bahwa virus itu dapat bertahan di udara melalui percikan kecil yang dikenal sebagai aerosol dalam œsituasi terbatas dan tidak biasa di mana seseorang dengan Covid-19 menularkan orang lain dalam jarak lebih dari dua meter atau tidak lama setelah orang yang terjangkit meninggalkan tempat tersebut.

Pedoman yang diperbarui menyatakan penularan dalam kasus seperti itu œterjadi di ruang tertutup dan berventilasi buruk yang kerap melibatkan kegiatan-kegiatan yang menyebabkan bernapas lebih berat, seperti bernyanyi atau berolahraga, yang mungkin menyebabkan œpenumpukan partikel-partikel pembawa virus.

CDC mengunggah pedoman serupa bulan lalu yang menyatakan virus dapat menyebar melalui aerosol dalam jarak yang jauh. Tetapi CDC mendadak menghapus pedoman itu beberapa hari kemudian, seraya menyatakan keliru mengunggahnya sebelum melewati peninjauan teknis yang tepat.

Metode bagaimana Covid-19 ditularkan telah menjadi perdebatan sengit di kalangan pakar kesehatan selama berbulan-bulan. Pada Juli lalu, lebih dari 200 ilmuwan dari 30 negara menerbitkan surat terbuka kepada Organisasi Kesehatan Dunia yang mendesak badan dunia ini agar mempertimbangkan bukti bahwa virus itu dapat menyebar melalui udara.

Penelitian lain yang diterbitkan hari Senin (6/10) mengungkapkan bahwa hampir sepertiga pasien Covid-19 yang diopname mengalami sejumlah jenis gangguan neurologis, termasuk kebingungan, sakit kepala, pusing atau nyeri otot. Para peneliti mengamati lebih dari 500 pasien virus corona yang diopname di sistem rumah sakit di Chicago antara Maret dan April, hari-hari awal perebakan wabah di AS.

Para peneliti mendapati hanya 32 persen pasien dengan gangguan neurologis yang mampu menjalankan aktivitas rutin harian setelah keluar dari rumah sakit, seperti memasak atau menangani isu-isu finansial, sementara 89 persen pasien lainnya tidak mengalami masalah seperti itu.

Para peneliti menyatakan gejala neurologis yang paling parah adalah ensefalopati, yang ditandai oleh œperubahan fungsi mental mulai dari kebingungan ringan hingga koma."

Sementara itu, beberapa media berita AS menyatakan Gedung Putih telah menolak proposal Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk menerapkan seperangkat pedoman baru yang ketat untuk pemberian izin darurat vaksin baru Covid-19. Peraturan baru yang akan mengharuskan produsen obat untuk mengamati partisipan dalam uji klinis tahap akhir selama sedikitnya dua bulan setelah menerima dosis kedua sekaligus terakhir vaksin eksperimental, akan membuat vaksin yang mungkin dihasilkan jauh melewati pemilihan presiden 3 November, bertentangan dengan prediksi yang dikemukakan Presiden Donald Trump.

Sumber : VOA, Ewfpro

Selasa, 06 Oktober 2020

Emas Berjangka Berakhir pada Harga Tertinggi Dalam Lebih Dari 2 Minggu

 



Equityworld Futures
-  Harga emas berjangka naik pada hari Senin, dengan harga mencapai level tertinggi hanya dalam dua minggu.

Emas Desember naik $ 12,50, atau 0,7%, untuk menetap di level $ 1.920,10 per ons.

Harga berdasarkan kontrak paling aktif menandai akhir tertinggi sejak 18 September, menurut data FactSet. (knc)

Sumber : Market Watch, Ewfpro

Senin, 05 Oktober 2020

Saham Asia Pasifik Naik; Kondisi Kesehatan Trump Diawasi Setelah Positif Covid-19

 



Equityworld Futures
- Saham di Asia-Pasifik diperdagangkan lebih tinggi pada Senin pagi karena investor mengamati perkembangan kesehatan Presiden AS Donald Trump setelah ia dinyatakan positif terkena virus korona minggu lalu.

Sementara itu, saham di Australia melonjak pada perdagangan pagi, dengan S & P / ASX 200 naik sekitar 2,2% karena saham bank-bank utama negara itu melonjak: Grup Perbankan Australia dan Selandia Baru naik 3,98%, Commonwealth Bank of Australia naik 2,75%, Westpac naik 4,04 % dan National Australia Bank melonjak 3,69%.

Di Jepang, Nikkei 225 naik 1,34% di awal perdagangan karena indeks Topix naik 1,68%. Kospi Korea Selatan menambahkan 0,35%.

Secara keseluruhan, Indeks MSCI Asia kecuali Jepang diperdagangkan 0,41% lebih tinggi.

Bursa perdagangan di China tutup pada hari Senin untuk hari libur. (Arl)



Sumber : CNBC, Ewfpro.

Sabtu, 03 Oktober 2020

Equity World Futures Jakarta Cyber2

Equity World Futures Jakarta Cyber2


Indeks Nikkei Sedikit Lebih Tinggi di Tengah Harapan Stimulus AS

Posted: 02 Oct 2020 12:10 AM PDT

 

Equityworld Futures - Saham Jepang naik tipis pada hari Jumat dengan investor berpegang teguh pada harapan untuk lebih banyak stimulus fiskal AS karena Bursa Efek Tokyo melanjutkan perdagangan setelah pemadaman sistem sehari penuh pada hari sebelumnya.

Rata-rata saham Nikkei naik tipis 0,15% pada istirahaht tengah hari menjadi 23.219,62. Indeks Topix yang lebih luas mengakhiri sesi pagi 0,03% lebih rendah pada 1,624,96, menyerahkan keuntungan sebelumnya.

Kenaikan kecil di Nikkei mengikuti reli panjang Wall Street karena investor menaruh harapan mereka pada kemajuan pembicaraan stimulus di Washington karena pemulihan ekonomi dari resesi yang dipicu pandemi tampaknya kehilangan momentum. (Tgh)



Sumber: Reuters, Ewfpro

Jumat, 02 Oktober 2020

Indeks Nikkei Sedikit Lebih Tinggi di Tengah Harapan Stimulus AS

 

Equityworld Futures - Saham Jepang naik tipis pada hari Jumat dengan investor berpegang teguh pada harapan untuk lebih banyak stimulus fiskal AS karena Bursa Efek Tokyo melanjutkan perdagangan setelah pemadaman sistem sehari penuh pada hari sebelumnya.

Rata-rata saham Nikkei naik tipis 0,15% pada istirahaht tengah hari menjadi 23.219,62. Indeks Topix yang lebih luas mengakhiri sesi pagi 0,03% lebih rendah pada 1,624,96, menyerahkan keuntungan sebelumnya.

Kenaikan kecil di Nikkei mengikuti reli panjang Wall Street karena investor menaruh harapan mereka pada kemajuan pembicaraan stimulus di Washington karena pemulihan ekonomi dari resesi yang dipicu pandemi tampaknya kehilangan momentum. (Tgh)

Sumber: Reuters, Ewfpro

Kamis, 01 Oktober 2020

Wall Street Ditutup Lebih Tinggi Seiring Kemajuan Dalam Pembicaraan Stimulus


Equityworld Futures - Saham AS ditutup lebih tinggi pada hari Rabu karena para pemimpin pemerintah melanjutkan pembicaraan untuk paket bantuan pandemi baru dan data ekonomi yang positif membantu indeks utama mengakhiri kuartal ketiga di wilayah positif.

Ketiga indeks utama melonjak setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin keduanya menyatakan harapan untuk terobosan dalam negosiasi stimulus partisan.

Pelaku pasar juga mengamati debat presiden yang kontroversial pada hari Selasa, di mana Presiden Donald Trump dan penantangnya dari Partai Demokrat Joe Biden berdebat dan saling menghina saat mereka berdebat tentang pandemi COVID-19, perawatan kesehatan, dan ekonomi.

Dow Jones Industrial Average naik 393,25 poin, atau 1,43% ke level 27.845,91, S&P 500 menguat 34,76 poin, atau 1,04%, ke level 3.370,23 dan Indeks Nasdaq Composite bertambah 105,49 poin, atau 0,95%, ke level 11.190,74. (knc)

 

Sumber : Reuters