Selasa, 13 Oktober 2020

Saham Tokyo Dibuka Lebih Tinggi

 


Equityworld Futures - Saham Tokyo dibuka lebih tinggi pada hari Selasa, memperpanjang reli di Wall Street, di mana saham teknologi tinggi memimpin kenaikan.

Indeks acuan Nikkei 225 menguat sebanyak 0,34 persen atau 81,01 poin ke level 23.639,70 pada awal perdagangan, sedangkan Indeks Topix bergerak lebih tinggi 0,39 persen atau 6,49 poin ke level 1.649,84. (knc)



Sumber : AFP, Ewfpro

Equity World Futures Jakarta Cyber2

Equity World Futures Jakarta Cyber2


Saham Hong Kong Dibuka Dengan Keuntungan

Posted: 11 Oct 2020 08:34 PM PDT

Equityworld Futures - Saham Hong Kong memulai Senin ini di wilayah positif menyusul lebih banyak keuntungan di New York didorong oleh harapan untuk paket stimulus AS yang baru.

Indeks Hang Seng naik 0,41 persen atau 98,12 poin ke level 24.217,25.

Indeks Shanghai Composite menguat 0,47 persen, atau 15,25 poin, ke level 3.287,33, sedangkan Indeks Shenzhen Composite di bursa kedua China bertambah 0,78 persen, atau 17,18 poin, ke level 2.233,15. (knc)



Sumber : AFP,  Ewfpro

Senin, 12 Oktober 2020

Saham Hong Kong Dibuka Dengan Keuntungan


Equityworld Futures - Saham Hong Kong memulai Senin ini di wilayah positif menyusul lebih banyak keuntungan di New York didorong oleh harapan untuk paket stimulus AS yang baru.

Indeks Hang Seng naik 0,41 persen atau 98,12 poin ke level 24.217,25.

Indeks Shanghai Composite menguat 0,47 persen, atau 15,25 poin, ke level 3.287,33, sedangkan Indeks Shenzhen Composite di bursa kedua China bertambah 0,78 persen, atau 17,18 poin, ke level 2.233,15. (knc)



Sumber : AFP,  Ewfpro

Jumat, 09 Oktober 2020

Equity World Futures Jakarta Cyber2

Equity World Futures Jakarta Cyber2


Emas Berakhir pada Level Terendahnya Lebih dari Satu Minggu

Posted: 07 Oct 2020 09:20 PM PDT

 


Equityworld Futures - Emas berjangka berakhir pada hari Rabu di level terendahnya hanya dalam waktu seminggu, memperpanjang penurunan yang terlihat sehari sebelumnya.

Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa dia telah menghentikan pembicaraan dengan Kongres Demokrat mengenai paket stimulus fiskal lainnya pada Selasa sore, mendorong harga emas untuk memperpanjang kerugian dalam perdagangan elektronik dari level penutupan mereka. Trump kemudian menyerukan tindakan atas sejumlah langkah bantuan individu.

Pada hari Rabu, emas Desember turun $ 18, atau 0,9%, untuk menetap di level $ 1,890.80 per ons. Itu adalah penyelesaian kontrak teraktif terendah sejak 28 September, menurut data FactSet.

Harga emas melihat sedikit reaksi pada Rabu sore dalam perdagangan elektronik, bertahan di sekitar $ 1,889,80 tak lama setelah rilis risalah dari pertemuan Federal Reserve pada bulan September di mana pembuat kebijakan khawatir tentang apa yang akan terjadi jika bantuan fiskal akan berkurang atau hilang.

Sementara itu, perak Desember mengakhiri sesi reguler turun 2 sen, atau 0,1% ke level $ 23,896 per ons. (knc)



Sumber : Market Watch, Ewfpro

Kamis, 08 Oktober 2020

Emas Berakhir pada Level Terendahnya Lebih dari Satu Minggu

 


Equityworld Futures - Emas berjangka berakhir pada hari Rabu di level terendahnya hanya dalam waktu seminggu, memperpanjang penurunan yang terlihat sehari sebelumnya.

Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa dia telah menghentikan pembicaraan dengan Kongres Demokrat mengenai paket stimulus fiskal lainnya pada Selasa sore, mendorong harga emas untuk memperpanjang kerugian dalam perdagangan elektronik dari level penutupan mereka. Trump kemudian menyerukan tindakan atas sejumlah langkah bantuan individu.

Pada hari Rabu, emas Desember turun $ 18, atau 0,9%, untuk menetap di level $ 1,890.80 per ons. Itu adalah penyelesaian kontrak teraktif terendah sejak 28 September, menurut data FactSet.

Harga emas melihat sedikit reaksi pada Rabu sore dalam perdagangan elektronik, bertahan di sekitar $ 1,889,80 tak lama setelah rilis risalah dari pertemuan Federal Reserve pada bulan September di mana pembuat kebijakan khawatir tentang apa yang akan terjadi jika bantuan fiskal akan berkurang atau hilang.

Sementara itu, perak Desember mengakhiri sesi reguler turun 2 sen, atau 0,1% ke level $ 23,896 per ons. (knc)



Sumber : Market Watch, Ewfpro

Equity World Futures Jakarta Cyber2

Equity World Futures Jakarta Cyber2


Badan Kesehatan AS Perbarui Pedoman Mengenai Penularan Covid-19

Posted: 07 Oct 2020 12:25 AM PDT

 

Equityworld Futures - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) kini mengakui bahwa Covid-19 dapat menyebar melalui partikel-partikel kecil di udara dalam jarak yang jauh dan selama berjam-jam pada suatu waktu.

CDC telah lama menegaskan bahwa virus corona ditularkan terutama antara orang-orang yang berdiri dalam jarak dua meter satu sama lain, melalui percikan yang keluar karena berbicara, bernapas, batuk atau bersin.

Tetapi CDC memperbarui pedomannya di situs webnya hari Senin yang mengutip bukti dari riset terdahulu bahwa virus itu dapat bertahan di udara melalui percikan kecil yang dikenal sebagai aerosol dalam œsituasi terbatas dan tidak biasa di mana seseorang dengan Covid-19 menularkan orang lain dalam jarak lebih dari dua meter atau tidak lama setelah orang yang terjangkit meninggalkan tempat tersebut.

Pedoman yang diperbarui menyatakan penularan dalam kasus seperti itu œterjadi di ruang tertutup dan berventilasi buruk yang kerap melibatkan kegiatan-kegiatan yang menyebabkan bernapas lebih berat, seperti bernyanyi atau berolahraga, yang mungkin menyebabkan œpenumpukan partikel-partikel pembawa virus.

CDC mengunggah pedoman serupa bulan lalu yang menyatakan virus dapat menyebar melalui aerosol dalam jarak yang jauh. Tetapi CDC mendadak menghapus pedoman itu beberapa hari kemudian, seraya menyatakan keliru mengunggahnya sebelum melewati peninjauan teknis yang tepat.

Metode bagaimana Covid-19 ditularkan telah menjadi perdebatan sengit di kalangan pakar kesehatan selama berbulan-bulan. Pada Juli lalu, lebih dari 200 ilmuwan dari 30 negara menerbitkan surat terbuka kepada Organisasi Kesehatan Dunia yang mendesak badan dunia ini agar mempertimbangkan bukti bahwa virus itu dapat menyebar melalui udara.

Penelitian lain yang diterbitkan hari Senin (6/10) mengungkapkan bahwa hampir sepertiga pasien Covid-19 yang diopname mengalami sejumlah jenis gangguan neurologis, termasuk kebingungan, sakit kepala, pusing atau nyeri otot. Para peneliti mengamati lebih dari 500 pasien virus corona yang diopname di sistem rumah sakit di Chicago antara Maret dan April, hari-hari awal perebakan wabah di AS.

Para peneliti mendapati hanya 32 persen pasien dengan gangguan neurologis yang mampu menjalankan aktivitas rutin harian setelah keluar dari rumah sakit, seperti memasak atau menangani isu-isu finansial, sementara 89 persen pasien lainnya tidak mengalami masalah seperti itu.

Para peneliti menyatakan gejala neurologis yang paling parah adalah ensefalopati, yang ditandai oleh œperubahan fungsi mental mulai dari kebingungan ringan hingga koma."

Sementara itu, beberapa media berita AS menyatakan Gedung Putih telah menolak proposal Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk menerapkan seperangkat pedoman baru yang ketat untuk pemberian izin darurat vaksin baru Covid-19. Peraturan baru yang akan mengharuskan produsen obat untuk mengamati partisipan dalam uji klinis tahap akhir selama sedikitnya dua bulan setelah menerima dosis kedua sekaligus terakhir vaksin eksperimental, akan membuat vaksin yang mungkin dihasilkan jauh melewati pemilihan presiden 3 November, bertentangan dengan prediksi yang dikemukakan Presiden Donald Trump.



Sumber : VOA, Ewfpro

Rabu, 07 Oktober 2020

Badan Kesehatan AS Perbarui Pedoman Mengenai Penularan Covid-19


Equityworld Futures - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) kini mengakui bahwa Covid-19 dapat menyebar melalui partikel-partikel kecil di udara dalam jarak yang jauh dan selama berjam-jam pada suatu waktu.

CDC telah lama menegaskan bahwa virus corona ditularkan terutama antara orang-orang yang berdiri dalam jarak dua meter satu sama lain, melalui percikan yang keluar karena berbicara, bernapas, batuk atau bersin.

Tetapi CDC memperbarui pedomannya di situs webnya hari Senin yang mengutip bukti dari riset terdahulu bahwa virus itu dapat bertahan di udara melalui percikan kecil yang dikenal sebagai aerosol dalam œsituasi terbatas dan tidak biasa di mana seseorang dengan Covid-19 menularkan orang lain dalam jarak lebih dari dua meter atau tidak lama setelah orang yang terjangkit meninggalkan tempat tersebut.

Pedoman yang diperbarui menyatakan penularan dalam kasus seperti itu œterjadi di ruang tertutup dan berventilasi buruk yang kerap melibatkan kegiatan-kegiatan yang menyebabkan bernapas lebih berat, seperti bernyanyi atau berolahraga, yang mungkin menyebabkan œpenumpukan partikel-partikel pembawa virus.

CDC mengunggah pedoman serupa bulan lalu yang menyatakan virus dapat menyebar melalui aerosol dalam jarak yang jauh. Tetapi CDC mendadak menghapus pedoman itu beberapa hari kemudian, seraya menyatakan keliru mengunggahnya sebelum melewati peninjauan teknis yang tepat.

Metode bagaimana Covid-19 ditularkan telah menjadi perdebatan sengit di kalangan pakar kesehatan selama berbulan-bulan. Pada Juli lalu, lebih dari 200 ilmuwan dari 30 negara menerbitkan surat terbuka kepada Organisasi Kesehatan Dunia yang mendesak badan dunia ini agar mempertimbangkan bukti bahwa virus itu dapat menyebar melalui udara.

Penelitian lain yang diterbitkan hari Senin (6/10) mengungkapkan bahwa hampir sepertiga pasien Covid-19 yang diopname mengalami sejumlah jenis gangguan neurologis, termasuk kebingungan, sakit kepala, pusing atau nyeri otot. Para peneliti mengamati lebih dari 500 pasien virus corona yang diopname di sistem rumah sakit di Chicago antara Maret dan April, hari-hari awal perebakan wabah di AS.

Para peneliti mendapati hanya 32 persen pasien dengan gangguan neurologis yang mampu menjalankan aktivitas rutin harian setelah keluar dari rumah sakit, seperti memasak atau menangani isu-isu finansial, sementara 89 persen pasien lainnya tidak mengalami masalah seperti itu.

Para peneliti menyatakan gejala neurologis yang paling parah adalah ensefalopati, yang ditandai oleh œperubahan fungsi mental mulai dari kebingungan ringan hingga koma."

Sementara itu, beberapa media berita AS menyatakan Gedung Putih telah menolak proposal Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk menerapkan seperangkat pedoman baru yang ketat untuk pemberian izin darurat vaksin baru Covid-19. Peraturan baru yang akan mengharuskan produsen obat untuk mengamati partisipan dalam uji klinis tahap akhir selama sedikitnya dua bulan setelah menerima dosis kedua sekaligus terakhir vaksin eksperimental, akan membuat vaksin yang mungkin dihasilkan jauh melewati pemilihan presiden 3 November, bertentangan dengan prediksi yang dikemukakan Presiden Donald Trump.

Sumber : VOA, Ewfpro