equityworld - Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangkan secara
mix
pada perdagangan kemarin (26/4), dengan ditutup di level 7232,15
(+0,22%). Meskipun saham GOTO di perdagangkan di zona merah yang
memiliki bobot yang besar untuk IHSG, dengan kenaikan saham-saham
blue chip
khususnya empat saham bank besar yang kompak mengalami kenaikan, IHSG
dapat ditutup di zona hijau akibat aksi beli investor asing, beberapa
saham komoditas seperti metal mining dan coal ditutup zona merah,
disebabkan China kembali
lockdown dimana beberapa komoditas
andalan Indonesia tersebut diekspor ke China dan INCO terjadi penurunan
akibat SMM memutuskan untuk hengkang dari proyek smelter nickelnya di
Pomala. Beberapa sektor yang mendorong penguatan IHSG yaitu
consumer non-cyclicals (+1,80%), sektor industrials (+1,41) dan sektor property dan real estate (1,23%). Investor asing tercatat membukukan
net buy sebesar Rp 1,14 trilliun dengan saham-saham yang paling banyak dikumpulkan adalah BBCA, BBRI, BBNI.
Secara teknikal, IHSG masih mengalami uptrend yang cukup
kuat, IHSG masih tertahan di atas MA 20 dan support diagonalnya.
Beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini
yaitu: PALM, AKRA, BFIN, INTP, LPCK, SMGR, SMRA, SNLK, CPIN, ICBP, JPFA,
JSMR, UNVR.
Kemudian dari bursa AS, kembali di tutup di zona merah, dengan
pelemahan tertinggi terjadi pada index Nasdaq -3,95%. Penurunan di index
Nasdaq didorong pelemahan saham Tesla yang melemah 12%. Sementara
selain sentiment hawkish dari The Fed, sentiment negative juga datang dari China yang melakukan lockdown serta menjelang rilis laporan pendapatan yang dikhawatirkan turun.
MARKET OUTLOOK
Pada perdagangan Rabu (27/4) pagi ini, bursa Asia sudah
diperdagangkan di zona merah, saat laporan ini ditulis indeks Nikkei
melemah 2,08%, sementara indeks Kospi melemah 1,77%. Pengautan bursa
Asia pagi ini didorong sentiment yang datang dari China yang malakukan lockdown akibat kematian Covid yang Kembali bertambah di atas 50 meskipun dari Korea Selatan rilis consumer confident yang mengalami kenaikan 0.6.
Kemudian dari dalam negeri, IHSG pada hari ini kami perkirakan akan
mengalami pelemahan, sentiment datang dari eksternal yang kembali
memanas namun dari dalam negeri beberapa emiten yang telah rilis laporan
keuangan Q1 yang tetap solid dapat menjadi perlawanan untuk IHSG.
“IHSG kami perkirakan akan bergerak pada rentang 7180 – 7235,” sebut
analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Rabu (27/4/2022).
Sumber : Pasardana, Investing
PT Equityworld Futures